Drama Job Seeker

 


24 Juli 2012


Aku keluar dari ruang sidang, senyum tak lepas dari wajahku. Aku peserta pertama yang sidang hari ini dan hasilnya sepertinya memuaskan, semua pertanyaan berhasil kujawab. Aku dan beberapa temanku yang sidang hari ini dinyatakan lulus, Alhamdulillah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala Maha Baik, lewat tangan keluarga, Dosen-Dosen, teman-teman sejurusan, teman-teman serumah semua urusan dimudahkanNya, Alhamdulillah. Terbayar sudah perjuangan empat tahun kuliah di kota Medan, ngekos, terpisah jarak lebih dari 500 km dari keluarga.

Suatu hari di bulan Agustus 2012


Aku duduk dengan peserta lainnya, menunggu interview di sebuah Bank BUMN. Hari ini aku mengikuti job fair, langkah awalku mendapatkan pekerjaan. Aku iseng memasukkan lamaran ini karena sifatnya walk in interview. Kira-kira ada 200-an peserta yang ikut. Tiba giliranku dipanggil ke ruangan bersama empat orang lainnya. Interview menggunakan bahasa Inggris, selama empat tahun kuliah aku hanya dua semester belajar bahasa Inggris dan tidak pernah mengikuti kursus Bahasa Inggris. Selama interview berjalan aku menjawab dengan bahasa Inggris yang lebih mirip bahasa planet, bisa dipastikan aku gagal 🤣.

1 September 2012

 
Hari wisuda, hari yang paling ditunggu-tunggu. Perayaan kemenangan bisa keluar dari kampus sekaligus pembagian ijazah. Bukan karena aku tak bahagia waktu kuliah, bukan. Tapi semenyenangkan apapun drama-drama perkuliahan tetap saja harapan semua mahasiswa adalah cepat lulus. Yang ada dipikiranku saat wisuda adalah 'selamat datang dunia kerja'.

September-Oktober 2012
 

Dengan dibagikan ijazah aku semakin gigih mencari kerja kesana-kemari, bersama teman dekatku yang lulus sekalian denganku, Heny. Dari lima sekawan baru aku dan Heny yang sudah lulus.
Setiap hari pekerjaan berubah menjadi mencari lowongan pekerjaan, membuat berkas lamaran dan memasukkan berkas lamaran. Buku CPNS, buku TPA dan buku psikotes menjadi santapanku sehari-hari. Tak lupa juga buku Bahasa Inggris mengingat pengalamanku yang tidak mengenakkan saat interview pertama.
Pernah aku ikut lowongan sebagai frontliner di sebuah Bank Syariah yang infonya aku dapatkan dari Heny. Pagi-pagi sudah sampai di Bank tersebut dengan antrian begitu panjangnya. Kira-kira satu dua jam mengantri, akhirnya aku, heny dan beberapa orang lainnya dipersilahkan masuk, dan diukur tinggi lalu diminta untuk keluar kembali 🤣.
Kami sudah membaca kalau syaratnya tinggi minimal 160cm, tapi kami tetap kekeuh mencoba 😁.
Pernah juga aku dan Heny dipanggil untuk mengikuti tes di sebuah showroom mobil, lowongan ini juga infonya dari Heny, dia jauh lebih gigih dariku. Dan pernah juga aku dan Heny memasukkan lamaran lupa sebagai apa, kantornya berupa rumah. Seharian ikut training keliling rumah ke rumah warga menjajakan alat penghemat listrik, ternyata itu lowongan sales keliling. Kami diterima tapi besok-besoknya kami tidak mau datang lagi. akibat asal saja memasukkan lamaran 😁.
Akhir bulan Oktober aku pulang ke rumah orang tuaku karena lebaran Idul Adha dan gak dikasih balik lagi ke Medan. Disuruh cari kerja di Banda Aceh, mau gak mau nurut deh. Soalnya biaya hidup aku masih dari orang tua.

November 2012

 
Aku mulai memasukkan lamaran ke Bank-Bank yang ada di Banda Aceh walaupun mereka sedang tidak buka lowongan, sampai akhirnya ada rekrutmen pegawai BUMN yang bergerak dibidang gadai-menggadai. Aku pun ikut memasukkan lamaran, dan lulus seleksi administrasi.

Desember 2012

 
Aku pun mulai mengikuti serangkaian seleksi tahap demi tahap, TPA, psikotes, wawancara, kemudian seleksi terakhir seleksi kesehatan. Seluruh tahap seleksi aku ikuti di Banda Aceh. Interval waktu tesnya bisa dibilang cepat. Akhir bulan Desember tes kesehatan pun telah dilaksanakan. Hari-hari selanjutnya kuhabiskan dengan memantau website BUMN tersebut.

Februari 2013

 
Setelah menunggu cukup lama akhirnya pengumuman yang ditunggu-tunggu muncul. Aku mencari namaku, namun tidak aku temukan. Oh ya Allah, rasanya sedih sekali karena aku begitu yakin aku akan lulus. Aku terus menangis seperti orang putus cinta, ingat lagi, nangis lagi. Terus begitu hingga berhari-hari.

Maret 2013

 
Aku mulai menerima keadaan dan mulai bangkit lagi. Selain mulai lagi mencari lowongan aku juga mulai mengikuti kursus Bahasa Inggris. Aku memasukkan lamaran di Bank BUMN (Bank yang berbeda dengan Bank yang pertama) dan sebuah Lembaga Keuangan khusus milik Pemerintah yang via online. Keduanya aku memilih mengikuti seleksi di kota Medan, karena seleksinya tidak dibuka di kota tempat aku tinggal.
Keduanya aku lulus administrasi, namun aku tidak berharap banyak. Pada keduanya terdapat tahap tes kesehatan, walaupun aku merasa sehat-sehat saja tapi aku masih takut tidak lulus. Tapi atas saran senior di kampusku dulu aku ikut seleksinya, agar banyak pengalaman tes katanya.
Tujuh bulan menjadi pengangguran sukses membuat aku stres sendiri, rasanya ingin nikah saja 😭. Disaat aku sudah mulai begitu galaunya, mendengar cerita teman-teman seperjuangan dan senior yang lebih dulu terjun ke dunia job seeker menjadi penguat tersendiri.
Aku pun berangkat ke Medan untuk mengikuti seleksi, pada Bank BUMN aku gagal di tahap FGD, di Lembaga Keuangan aku gagal di tahap tes TOEIC (bahasa Inggrisku masih payah).
Pada saat di Medan aku juga mengikuti seleksi BUMN di bidang perangkutan. Menunggu proses pendaftaran dari pagi sampai malam, berjejalan dengan peserta lainnya. Setelah daftar, pengumumannya tidak muncul lagi, entah aku yang tidak tahu 😁.  Yang jelas setelah itu aku langsung pulang ke Banda Aceh.

Mei 2013

 
Aku mulai memasukkan lamaran ke mana-mana, nyaris satu tahun aku menganggur. Tidak perduli akan kerja apa yang ada dalam pikiranku aku harus kerja yang penting halal, walaupun harus bekerja jadi SPG dengan ijazah sarjana, itu jauh lebih baik dari pada tidak bekerja.
Akupun mulai mengaplikasikan lamaran yang dikirim via email. Sampai ada lowongan kerja sebagai operator data entry, tidak begitu dijelaskan di kantor apa namun akupun iseng apply.
Selang beberapa hari, seseorang menelepon memintaku mengikuti proses seleksi di sebuah hotel di kotaku. Aku pun ragu, tapi aku nekat tetap datang karena begitu inginnya aku punya pekerjaan. Atas saran sepupuku aku juga memasukkan lamaran dikantornya sebuah perusahaan rokok untuk menggantikan pegawai yang cuti melahirkan, beberapa hari berselang aku juga langsung menjalani tes. Yang di tes kan adalah kemampuan menggunakan excel.
Aku memang lulusan S1 Ilmu Komputer, tapi teman-teman percayalah jurusan Ilmu Komputer itu bukan belajar cara ngetik, rumus excel, mengolah data menggunakan excel, perbaiki printer dan kawan-kawannya, disini banyak yang salah kaprah 😆.  Akupun kewalahan waktu tes, yang ada bukannya tes aku malah diajarkan 🤣.
Selain itu aku juga memasukkan lamaran ke tempat-tempat bimbel, sempat ikut seleksi juga.

Juni 2013

 
Aku masih dengan hobiku, memasukkan lamaran pekerjaan, mengikuti job fair dan membaca-baca buku contoh soal TPA. Perasaan sudah makin gelisah, mengingat sebentar lagi aku genap setahun menjadi pengangguran, sempat terpikir apa mungkin aku tidak akan mendapatkan pekerjaan.
Suatu hari aku menerima telepon, aku diterima sebagai operator data entry dan diminta untuk ikut training besoknya.
Lusanya aku berangkat ke Aceh Jaya. Ternyata aku bekerja sebagai operator data entry untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dibawah Kementerian Sosial. Setiap hari pekerjaan dapat aku lakukan dimana saja, namun aku tetap tinggal di Aceh Jaya. Aku dikontrak selama empat puluh hari dan upahku dihitung perhari. Alhamdulillah.
Aku juga mendapat kabar untuk mengikuti seleksi selanjutnya di bimbel, namun karena masih di Aceh Jaya aku memutuskan mundur dari seleksi tersebut.

Juli 2013

 
Kontrak kerjaku di PKH belum selesai saat aku mendapat telepon dari sebuah perusahaan rokok untuk mulai bekerja. Aku pun segera mengabarkan SPV ku, lalu atas sarannya karena kontrak di PKH sebentar lagi berakhir aku diizinkan kerja dari Banda Aceh, dengan membawa data yang akan di entry dan tetap menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Akupun menyanggupinya. Jadinya aku double job, alhamdulillah. Jam 08.00 sampai jam 16.00 aku kerja di perusahan rokok. Pulangnya sampai malam aku entry data PKH.


September 2013-Desember 2013


Pada bulan September mulai dibuka penerimaan CPNS, akupun ikutan peruntungan menjadi abdi negara. Aku memasukkan lamaran di dua kementerian, PU dengan permintaan untuk jurusanku sebanyak empat orang dari seluruh indonesia serta bersedia ditempatkan dimana saja dan Kemdikbud dengan permintaan untuk jurusanku sebanyak dua orang penempatan di sebuah Universitas di Banda Aceh.

Seleksi PU dilaksanakan lebih awal, menggunakan sistem CAT, proses seleksi dilaksanakan di kota Medan. Beberapa saat setelah tes hasil langsung ditempel di papan pengumaman, alhamdulillah aku lulus passing grade dan memperoleh nilai tertinggi di kota Medan untuk formasiku.
Seleksi Kemdikbud dilaksanakan awal November, belum menggunakan sistem CAT, seleksi dilaksanakan di Banda Aceh. Pengumuman kelulusan Tes Kemampuan Dasar Akhir Desember, alhamdulillah aku lulus passing grade.
Sempat kutanyakan pada mamaku "Ma, kalau aku lulus dua-duanya aku pilih yang mana ya ma?" Hahaha, kePDan banget aku ya 😆.
Lanjut ke seleksi selanjutnya. Aku pun kembali ke Medan untuk mengikuti Tes kemampuan Bidang Kementerian PU. Pengumuman akhir pun dikeluarkan, namun aku gagal lagi 😁 .
Akhir Desember aku mengikuti seleksi lanjutan di Mendikbud. Hari pertama psikotes, besoknya lanjut wawancara dan tes kemmpuan bidang. Untuk formasiku dari yang akan lulus dua orang ada tujuh orang yang lanjut ke tahap ini.
Akupun masih lanjut bekerja di Perusahaan rokok. Ada dua pegawai yang cuti hamil, seminggu setelah pegawai yang pertama cuti mulai kerja, pegawai yang kedua cuti. Jadinya kontrak kerjaku lanjut sampai Februari.

Januari-Februari 2014

Setiap hari kerjaku memantau web Kemdikbud, tunggu punya tunggu hingga Januari berakhir pengumuman tak juga muncul. Aku yang tadinya kePDan mulai pesimis, batinku bertanya-tanya apakah yang lulus telah ditelepon? Apa aku tidak lulus?
Sampai di bulan Februari aku udah jarang buka web Kemdikbud, aku mulai mencari lowongan yang lain. Mengingat kontrak kerjaku di perusahaan rokok segera berakhir.
Di akhir bulan Februari aku yang masih berharap lulus CPNS mampir ke web Kemdikbud, dan ada pengumuman kelulusan CPNS disana. Aku menata hati, berharap tidak ada air mata yang tumpah apapun hasilnya 😁.
Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah. Maha Baik Allah Subhanahu wa ta'ala, namaku adalah salah satu nama yang lulus CPNS. Akhirnya perjuanganku mencari pekerjaan berakhir sudah. Alhamdulillah. 


***

 
Kecil, besar apapun yang terjadi pasti ada hikmah yang dapat kita ambil. Aku semakin yakin Allah adalah sebaik-baik perencana. Dulu ilmu agamaku masih kurang banget, gak tahu kalau kerja di BUMN gadai menggadai, Bank, perusahaan rokok banyak mudharatnya. Alhamdulillah, Allah beri pekerjaan yang lebih baik, insya Allah lebih berkah. Berdoa pada Allah minta pekerjaan yang halal, Allah beri kerjaan yang insya Allah halal. Alhamdulillah.
Dan Allah, sering kali mengabulkan lebih dari apa yang kita minta. Lewat pekerjaanku sekarang Allah pertemukan aku dengan suami 😁. Jadi gak cuma kerjaan yang dapat, suami pun aku dapat. Aku dikenalin sama suami lewat teman satu kantorku. Alhamdulillah.
Aku yang tes kerja disana sini, bersedia ditempatkan dimana saja, Alhamdulillah kerja menetap di Banda Aceh. Bisa dekat orang tua, no LDM an sama suami. LDM itu baru dibayangkan saja sudah kebayang pahitnya 🥴.

Jangan pernah putus asa dalam berdoa, mungkin kita lihat sekarang kita gagal-gagal terus. Padahal Allah SWT telah mempersiapkan yang terbaik untuk kita. Sabar dan tawakal sama Allah, mungkin Allah bilang belum sekarang, sabar dulu, tapi yakin Allah Maha Pemberi. Allah malu jika hambanya berdoa Allah tidak mengabulkannya.

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Rabb-mu (Allah) Maha Pemalu. Maha Dermawan. Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dengan hampa.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Buat pejuang pencari kerja, jangan lelah berdoa, tetap tawakal, tetap semangat, luruskan niat. Kerja bukan untuk gengsi-gengsian. Tapi untuk menebar kebermanfaatan. Bukan berapa yang kita dapat yang paling penting, tapi dengan pekerjaan kita semoga kita dapat menambah amal-amal kita. Semoga yang kita hasilkan penuh dengan keberkahan.

Semoga ceritaku dapat membawa manfaat. Kalau ada kurangnya murni kesalahan dariku, mohon dimaafkan 🙏.

Comments

  1. Masya Allah perjuangannya. Aku merasakan semangat yang tak putus dalam berusaha. Terima kasih sudah membagi pengalamannya, mba❤

    ReplyDelete
  2. Masya Allah gak mudah ya mba perjuangannya 😍😍

    ReplyDelete
  3. wahhh aku juga pernah ni ngalamin kyk gitu, bukan nyari kerja tapi nyari kampus. daftar terus sampe 10 tes lebih huhu.. tapi alhamdulillah ya mba semua perjalanan bisa jadi pengalman yg nantiny kloudh kita dapatin kita bisa ngelakuin itu g males2an krn perjuangannya panjang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia mba', masya Allah.. Gagal itu buat qta menghargai apa yg qta dptkan ya kan mba' 🤗

      Delete
  4. Maasyaa Allah..... Perjuangan yg luar biasa mbak. Akhir tdk akan pernah mengkhianati proses ✊

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hadiah Terindah

Manusia Pilihan